SINAR MATAHARI ? SIAPA TAKUT !

Sinar matahari sering kali dihindari oleh kebanyakan orang, karena dianggap dapat membuat kulit menjadi hitam, panas dan bisa membuat tubuh menjadi sakit atau kelelahan. Beberapa ahli mengatakan bahwa cahaya matahari bisa menimbulkan potensi terkena kanker kulit karena cahaya matahari mengandung sinar UV yang bisa merusak sel-sel kulit. Tapi apakah pernyataan ini semua benar? Kalau kamu sendiri bagaimana? merasa takut atau tidak nyaman kah dengan sinar matahari?

Beberapa penelitian membuktikan bahwa paparan sinar matahari sebenarnya memberikan begitu banyak manfaat. Kamu pasti pernah mendengar atau membaca kalau sinar matahari adalah sumber vitamin D dan bisa mencegah berbagai masalah kulit dan meremajakan sel-sel kulit kamu. Jadi, tidak ada keraguan bahwa sinar matahari memiliki kapasitas untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

MANFAAT

Berikut ini manfaat sinar matahari untuk kesehatan :

  1. Sumber vitamin D

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya. Terlebih, kandungan vitamin D ternyata cukup terbatas hanya dari jenis-jenis makanan tertentu saja. Solusi mudah dan praktis di dalam mencukupi asupan vitamin D adalah dengan memanfaatkan pajanan sinar matahari di pagi hari.

Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium di dalam usus dan mentransfer kalsium melintasi membran sel, sehingga dapat menguatkan tulang. Vitamin D juga dapat memberikan perlindungan terhadap jenis kanker (seperti kanker paru-paru, prostat, dan kulit), osteoporosis, rakhitis, dan diabetes. Selain itu, vitamin D dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah sehingga membantu melawan penyakit jantung. jumlah Vitamin D yang direkomendasikan adalah 600 IU (15 mcg) per hari. Menurut studi, hanya dengan 30 menit berjemur dengan tepat, kamu bisa mendapatkan Vitamin D3 gratis sebanyak 10,000 – 20,000 IU

Tapi sebagian orang tidak ada waktu untuk berjemur dibawah sinar matahari pada waktu tertentu. Jadi untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dalam tubuh anda, dapat melakukan injeksi vitamin D dengan dokter ahli seperti yang ada pada klinik E3A.

  • Mengobati berbagai jenis penyakit kulit

Sinar matahari berperan penting dalam menjaga dan merawat kesehatan kulit, dimana mampu menyembuhkan segala jenis infeksi jamur dan bakteri pada kulit.World Health Organization (WHO) menyatakan paparan sinar matahari dapat mengatasi sejumlah kondisi kulit. Sejumlah dokter pun merekomendasikan radiasi sinar UV untuk menangani kulit berjerawat, eksim, sakit kuning, dan psoriasis. Akan tetapi, terapi radiasi sinar UV ini mungkin tidak dapat untuk semua penderita. Konsultasikan hal ini dengan dokter ahli kulit terkait.

  • Merangsang produksi hormone serotonin

Selain merangsang tubuh untuk membuat vitamin D, sinar matahari juga dapat merangsang produksi hormon serotonin, sebuah neurotransmitter di otak yang mengatur suasana hati.

Kalau kamu tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat, kulit akan lebih cepat mengalami tanda-tanda penuaan, jerawat, flek dan masih banyak lagi. Dengan meningkatkan tingkat serotonin dapat menghasilkan suasana hati yang lebih positif, mengatur waktu tidur, memperbaiki nafsu makan dan cara berpikir yang tenang dengan mental yang fokus.

  • Menurunkan berat badan

Bagi yang sedang menjalankan program penurunan berat badan, pertimbangkan untuk menambahkan suplemen vitamin D ke dalam diet anda karena manfaatnya dapat membantu menurunkan berat badan.

Jika tidak ingin mengonsumsi suplemen vitamin D, Anda bisa mendapatkan vitamin D secara cuma-cuma hanya dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Berjemur ketika pagi hari sangat bagus untuk membantu menghilangkan kelebihan lemak di tubuh.

  • Mengatasi rambut rontok

Manfaat berjemur di pagi hari ternyata juga bisa mengatasi kerontokan rambut. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari malah dapat merusak rambut. Jadi berjemurlah secukupnya atau jangan terlalu lama.

Mengapa demikian? Karena sel-sel epitel yang membantu pertumbuhan rambut dikenal sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet dan terlalu banyak paparan dapat mengurangi tingkat vitamin E dan C yang penting untuk pertumbuhan rambut.

  • Meningkatkan system kekebalan tubuh

Manfaat sinar matahari dapat membantu menekan sistem kekebalan yang terlalu aktif, ini alasan mengapa sinar matahari bermanfaat mengobati penyakit autoimun seperti psoriasis.

Sel darah putih meningkat dengan paparan sinar matahari dan ini memainkan peran penting dalam memerangi penyakit dan menjaga tubuh terhadap infeksi, dan paparan sinar matahari yang cukup sangat membantu sistem kekebalan tubuh Anda.

KAPAN WAKTU DAN CARA YANG TEPAT UNTUK BERJEMUR ?

  1. Waktu terbaik diatas jam 10.00 pagi

Para ahli menyarankan berjemur antara jam 10.00 – 15.00 sore sekitar 15-30 menit agar tubuh menghasilkan Vitamin D secara efektif.

Saat jam 10 pagi, matahari ada pada titik teratas sehingga dapat menghantarkan UV ke permukaan dengan optimal. Waktu ini juga mengurangi risiko terpapar sinar matahari ultraviolet yang berbahaya.

  • Warna kulit mempengaruhi waktu berjemur

Kulit kita terdiri dari pigmen bernama melanin. Semakin gelap warna kulit, semakin banyak jumlah melanin. Begitu pula sebaliknya.

Melanin ini bisa diibaratkan sunscreen alami yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya. Karena hal ini, orang berkulit gelap jarang terbakar atau terkena kanker kulit. Tapi, sebagai gantinya, mereka juga sulit mendapatkan Vitamin D yang cukup dari sinar matahari.

Karena alasan ini, orang berkulit gelap memerlukan waktu yang lebih lama untuk memproduksi jumlah vitamin D yang optimal. Menurut para ahli, beberapa dari mereka bahkan butuh waktu hingga 6 kali lipat lebih lama untuk berjemur dibanding kulit putih pucat!

Sebagai aturan umum, kulit pucat yang mudah terbakar dan kuning langsat hanya perlu berjemur 10-15 menit. Untuk kulit sawo matang, butuh 15-30 menit. Kulit coklat gelap sekitar 30-60 menit. Dan jika kulit berwarna hitam (umumnya berasal dari Afrika), perlu sekitar 90 menit.

  • Perhatikan pakaian ketika berjemur

Baju dan celana panjang menutupi kulit kamu sehingga hanya sekitar 7% dari tubuh terpapar sinar UVB. Untuk cara berjemur yang efektif, gunakan pakaian seperti baju lengan pendek atau baju renang.

Saat berjemur, kamu bisa melindungi bagian wajah yang sensitif terhadap sinar. Bagian kepala tidak akan berpengaruh banyak dalam produksi Vitamin D. Tapi, biarkan bagian tubuh terpapar sinar matahari ya!

  • Pakai SPF sebelum berjemur

Sebagian besar dari kita sudah tahu fungsi sunblock atau SPF agar kulit terlindungi dari sinar ultraviolet. Memang benar SPF mencegah kulit terbakar dan kanker kulit.

Tentunya secara teori, SPF dapat menghambat penyerapan sinar dan produksi Vitamin D. Namun, sebaliknya, beberapa studi membuktikan bahwa SPF tidak berdampak banyak dalam masalah ini.

Jadi,  kamu  tetap  bisa  menggunakan  SPF30  sebelum  berjemur  untuk  menghindari

sunburn.

  • Usia mempengaruhi absorbs sinar UV

Orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko tinggi kekurangan vitamin D karena tubuh sulit mensintesis Vitamin D dari paparan sinar matahari.

Semakin tua usia, tubuh memerlukan lebih banyak vitamin D untuk mencegah penyakit. Lalu bagaimana cara lansia mendapatkan vitamin D yang cukup?

Dokter menyarankan kombinasi suplemen, makanan, dan berjemur. Selain itu, penting bagi usia tersebut untuk memakai SPF karena tingkat risiko terkena kanker kulit yang tinggi.