PENYEBAB TATO SULIT DIHILANGKAN

Tato permanen begitu sulit dihilangkan dari kulit. Salah satunya karena pembuatan tato harus menyuntikkan tinta ke dalam lapisan kulit dalam yang disebut dermis, yaitu lapisan kulit bawah setelah epidermis. Bila masih di lapisan epidermis tato bisa saja dihilangkan, tapi pembuatan tato adalah menyuntikkan ke dalam lapisan kulit yang paling dalam.
Jika dilihat dari lapisannya, lapisan atas kulit disebut dengan epidermis. Pada lapisan ini terdiri dari lima lapisan, yaitu stratum basale, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lucidum dan stratum corneum. Dua lapisan atas, yaitu stratum lucidum dan stratum corneum, merupakan sel kulit datar dan kering, tahan air dan berfungsi melindungi kulit. Sel-sel kulit akan berganti dan mengelupas dimulai pada stratum basale hingga permukaan kulit dalam satu bulan.

Karena bertujuan membuat gambar yang awet, akhirnya gambar tato harus disuntikkan lebih dalam yang menembus lapisan epidermis. Penyuntikkan tinta tato di dalam lapisan kulit ini akan memicu reaksi sistem kekebalan (imun) tubuh, yang ironisnya akan membuat tato tertahan di kulit lebih lama.

Sel-sel pada kulit yang menyerang benda asing disebut fagosit atau phagocytes (sel pemakan). Sel pemakan ini akan menelan dan mengonsumsi partikel tinta.
Kemudian, fibroblas (sel-sel yang memproduksi kolagen) akan mengunci fagosit bersama jaringan di bawah kulit, tepat di bawah epidermis yang memenuhi dermis, sekitar 1 milimeter dari permukaan kulit.

Hal ini memungkinkan tinta tinggal di lapisan kulit tersebut selama bertahun-tahun.  ada beberapa alasan lagi yang membuat tato sulit dihilangkan yaitu warna tato yang digunakan dan warna kulit orang yang ditato.

Warna tato tertentu seperti hitam, hijau dan cokelat akan lebih mudah dihilangkan ketimbang merah, oranye dan putih. Dan tato satu warna seperti hitam atau biru jauh lebih mudah untuk dihilangkan. Untuk warna kulit, orang dengan kulit warna gelap akan lebih sulit untuk menghilangkan tato ketimbang orang dengan warna kulit lebih terang. Pada orang kulit gelap ada risiko bekas luka atau kehilangan pigmen kulit alami walaupun dilakukan dengan menggunakan teknik laser.