Pentingnya Hormon Testoteron Pada Tubuh

Menjadi tua bukanlah suatu takdir, tapi disesbabkan oleh penurunan berbagai hormon di dalam tubuh kita, sehingga berbagai macam keluhan dan penyakit timbul. Hormon yang paling mudah dideteksi adalah hormon Sex, namun yang akan kita bahas disini adalah Hormon Testoteron.

Testoteron adalah hormon yang penting baik untuk laki-laki maupun perempuan. Produksi hormon Testoteron meningkat ketika anak laki-laki beranjak dewasa. Testoteron tidak hanya mengenai hubungan seksual, namun testoteron juga memiliki fungsi dalam pembentukan kepadatan tulang, kekuatan otot, pertumbuhan folikel rambut, sel-sel lemak.

Testoteron memiliki sifat Anabolik dan Androgenik. Efek anabolik dari hormon steroid merangsang pertumbuhan banyak jaringan, terutama tulang dan otot. Fungsi anabolik lainnya meningkatkan massa otot, kepadatan tulang, konsentrasi hemoglobin, massa sel darah merah, retensi nitrogen dan sintesis protein, ukuran organ visceral, retensi beberapa elektrolit, tinggi selama masa pubertas, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Fungsi Androgenik termasuk merangsang pertumbuhan awal penis (pada pria) dan klitoris (pada wanita), pertumbuhan dan perkembangan vesikula seminalis dan kelenjar prostat, meningkatkan kepadatan rambut, memperdalam suara, meningkatkan produksi minyak dari kelenjar sebaceous dan merangsang karakteristik kepribadian tertentu pada pria.

Kekurangan hormon Testoteron pada wanita maupun pria memicu terjadinya penyakit pada sistem metabolic seperti hipertensi, jantung, kencing manis (diabetes), osteoporosis, dan penyakit degeneratif lainnya. Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan dimana organ atau jaringan terkait pertambahan usia keadaannya yang terus menurun seiring waktu. Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya mempengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

Proses penuaan adalah penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Ya, semakin bertambah usia, maka fungsi jaringan dan organ tubuh pun akan semakin mengalami penurunan. Itu sebabnya, orang lanjut usia (lansia) lebih mungkin mengalami berbagai jenis penyakit degeneratif dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Ciri-ciri kekurangan hormon testoteron pada pria :

-Rendahnya dorongan seks

-Kesulitan mempertahankan ereksi

-Volume air mani yang terlalu sedikit

-Lebih mudah lelah

-Jumlah rambut di tubuh berkurang

-Bertambahnya lemak tubuh

-Hasil BMI lebih dari 30

-Lingkar perut > 90cm

-Hilangnya massa otot

-Berkurangnya masa tulang

-Gangguan Mood

 

Ciri-ciri kekurangan hormon testoteron pada wanita :

-Ketertarikan pada seks berkurang

-Tidak bisa menurunkan berat badan

-Lelah sepanjang waktu

-Mengalami depresi atau kecemasan

-Tulang yang lemah

 

Bila anda merasakan hal-hal tersebut di atas, konsultasikan dengan dokter kami di E3A Klinik Jl.Camar Blok CC No.15 Jakarta Timur.